Total penjualan motor dalam empat bulan pertama tahun ini telah mencapai angka 2.135.063 unit.
Hasil ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
Sebagai perbandingan, penjualan pada Januari hingga April 2025 tercatat sebesar 2.089.953 unit kendaraan.
Dengan demikian, industri sepeda motor nasional mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 2,16 persen sejauh ini.
Pertumbuhan tipis ini tetap dianggap sebagai prestasi di tengah tantangan ekonomi global saat ini.
BACA JUGA:Menikmati Senja di Tepi Sungai Bangkok Sambil Memandangi Vespa Klasik di Vintage Vespa Thai
Meskipun rincian model per bulan belum dirilis secara detail, tren pasar tetap menunjukkan pola konsisten.
Segmen motor skutik atau matik masih menjadi primadona utama bagi konsumen di Indonesia.
Kontribusi model skutik terhadap total penjualan domestik mencapai angka sangat tinggi yaitu 91,7 persen.
Sementara itu, jenis motor bebek atau underbone menyumbang porsi pasar sekitar 4,46 persen saja.
Segmen motor sport berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sebesar 3,51 persen dari total unit.
Menariknya, penetrasi motor listrik di pasar domestik sejauh ini masih berada di bawah angka 1 persen.
BACA JUGA:Gelar Operasi Gabungan, Petugas Tertibkan Parkir Liar di Jalan Margonda Raya Depok
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, memberikan pandangan mengenai kondisi pasar motor pada tahun ini.
Ia menyebutkan bahwa situasi geopolitik global tetap menjadi faktor yang patut diwaspadai pelaku industri.
Dampak tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi serta minat beli masyarakat terhadap produk otomotif.