Keberadaan kedai teh ini membuktikan bahwa hobi skuter bisa bersinergi dengan gaya hidup.
Semangat yang diusung adalah tentang kecintaan mendalam terhadap unit Vespa klasik.
Setiap sudut ruangan mencerminkan dedikasi tinggi terhadap estetika dan nilai sejarah.
Kisah Lome dimulai dari kenangan masa kecil di lingkungannya yang ramai.
Ia sering melihat banyak Vespa lalu lalang di sekitar tempat tinggalnya.
BACA JUGA:Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Internasional Penyelundupan Ribuan Motor ke Luar Negeri
Pada tahun 1995, ia akhirnya berhasil membeli Vespa tipe VBB pertamanya.
Kondisi motor tersebut saat itu sangat memprihatinkan dan penuh dengan karat.
Ketertarikan untuk merestorasi motor tersebut menjadi awal perjalanan panjang karir Lome.
Kini, ia dikenal sebagai pakar restorasi dan perdagangan skuter tua.
Salah satu koleksi kesayangannya adalah model Douglas Vespa lansiran tahun 1951.
Model ini tergolong sangat langka dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.
BACA JUGA:Rayakan Capaian 50 Ribu Unit, Polytron Luncurkan Program Khusus aMAYzing Move Selama Bulan Mei
Kelangkaan unit di Thailand membuat harga jualnya melonjak sangat drastis.
Sebuah Vespa VBB tahun 1960-an bisa dibanderol sekitar 680.000 baht.
Angka tersebut setara dengan kira-kira 18.000 Euro atau ratusan juta Rupiah.