"Langkah awal yang sangat krusial saat mendengar sirene ambulans adalah tetap tenang dan tidak emosional," jelas Agus Sani.
Ia menambahkan bahwa kepanikan sering memicu keputusan keliru yang sangat berisiko tinggi.
Pengendara motor perlu memahami prosedur yang benar saat memberikan jalan bagi kendaraan prioritas.
Pertama, pastikan untuk selalu menjaga ketenangan dan menghindari pengereman secara mendadak.
Kedua, segeralah menepi ke sisi kiri jalan atau lajur yang lebih aman.
BACA JUGA:Gagalkan Balap Liar, Brimob Polda Metro Jaya Amankan 7 Motor di Jakarta Timur
Lakukan pergerakan posisi kendaraan secara bertahap dan selalu gunakan lampu sein.
Ketiga, periksalah kaca spion serta area blind spot sebelum Anda memutuskan berpindah lajur.
Hal ini penting untuk memastikan tidak ada kendaraan lain di sekitar Anda.
Jika lalu lintas sangat terkunci, pengendara sebaiknya berhenti total dan memberikan ruang maksimal.
Mematikan mesin motor bisa menjadi pilihan jika memang ruang gerak benar-benar terbatas.
Terakhir, dilarang keras mengikuti ambulans dari belakang demi kepentingan pribadi menerobos macet.
BACA JUGA:Banjir Promo Skutik Honda, Wahana Hadirkan Spesial Promo Amayzing di Jakarta dan Tangerang
Agus Sani kembali mengingatkan bahwa perilaku mengekor ambulans adalah tindakan yang sangat tidak terpuji.
"Tindakan mengikuti ambulans demi keuntungan pribadi sangat tidak dibenarkan karena mengganggu penyelamatan nyawa," tegas Agus Sani kembali.
Ia mengajak para pemotor untuk selalu mengedepankan empati yang tinggi.