Polytron Fox 200 dipilih karena memiliki bidang bodi yang sangat luas.
Desainnya sangat mendukung eksplorasi visual mulai dari konsep futuristik hingga street art.
Motor ini dirancang sangat relevan untuk kebutuhan mobilitas harian mahasiswa yang aktif.
Performa mesinnya mendukung aktivitas dinamis anak muda di lingkungan perkotaan yang padat.
BACA JUGA:Kakorlantas Polri Instruksikan Penguatan Lima Operasi Lalu Lintas dan Pendekatan Humanis Polantas
Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, memberikan penjelasannya.
Ia menyatakan bahwa produk harus dekat dengan budaya keseharian anak muda saat ini.
Fox 200 hadir untuk memberikan kebebasan berekspresi melalui tampilan yang lebih bergaya.
Kompetisi ini juga menyediakan sesi creative workshop yang sangat eksklusif.
BACA JUGA:Pramono Anung Ungkap Alasan Kendaraan Listrik Tetap Bebas Pajak, Dukung Transisi Energi Hijau
Peserta terpilih dapat belajar langsung dari seniman visual ternama, Hard13.
Mentor tersebut akan berbagi ilmu mengenai proses kreatif dan tren desain kontemporer.
Penjurian juga akan melibatkan Adega yang merupakan pegiat budaya kalcer otomotif.
Kehadiran para pakar ini memastikan standar kualitas karya tetap terjaga dengan baik.
Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan wawasan industri kreatif yang berharga.