Petugas juga mempelajari cara melakukan pengambilan gambar pelanggar saat drone mengudara.
Setelah perangkat mendarat, peserta melihat hasil tangkapan gambar untuk proses verifikasi data.
Para operator terlibat aktif dan mencoba langsung menerbangkan perangkat drone tersebut.
Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis yang diajukan oleh para peserta.
BACA JUGA:Rekomendasi Oli Terbaik untuk Honda Vario 160, Lindungi Mesin eSP+ dari Risiko Turun Mesin!
Hal ini menunjukkan kesiapan personel dalam mengadopsi inovasi digital Polri.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak yang aktif bertanya bahkan mencoba langsung,” ujar Ipda Muhatra Fitriah Nasri.
Pengembangan ETLE drone ini merupakan langkah strategis untuk meminimalisir interaksi petugas.
Dengan teknologi ini, potensi gesekan langsung antara polisi dan pelanggar bisa berkurang.
Ke depan, sistem canggih ini diproyeksikan akan menjadi pengganti tilang manual.
Saat ini, penggunaan drone masih difokuskan pada lokasi yang rawan pelanggaran.
Sistem ini akan terus disempurnakan sebelum resmi diterapkan secara luas di Indonesia.
Distribusi perangkat ke berbagai wilayah akan dilakukan setelah peluncuran resmi nanti.
BACA JUGA:Infinite Machine Resmi Pasarkan Olto Sebuah Kendaraan Listrik Modular untuk Mobilitas Urban
“Sistem ini akan didistribusikan ke wilayah-wilayah dan diperkenalkan lebih luas agar bisa digunakan secara berkelanjutan,” jelas Ipda Muhatra.