Peningkatan adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat mencerminkan minat yang besar terhadap transportasi ramah lingkungan.
Populasi motor listrik di Indonesia bahkan mengalami lonjakan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Jenderal ILMATE Setia Diarta menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pertumbuhan industri otomotif nasional.
Penguatan kebijakan TKDN dan penerapan Standar Nasional Indonesia atau SNI menjadi kunci keberhasilan.
BACA JUGA:Pasar Motor Maret 2026 Lesu, Penjualan Turun Dibandingkan Bulan Sebelumnya
Dalam keterangannya di Cikarang, Setia Diarta menyampaikan pernyataan penting mengenai arah kebijakan pemerintah.
Ia menegaskan visi pemerintah untuk masa depan industri ini.
“Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah,” ujar Setia Diarta.
Pernyataan ini muncul saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke pabrik QJMotor Manufacture Indonesia di Cikarang.
BACA JUGA:Perluas Jaringan, ALVA Sediakan SPKLU di Titik Strategis dan Terintegrasi dengan My ALVA
Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan para pelaku usaha.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay juga memberikan penekanan khusus terkait implementasi komponen lokal.
Ia berharap setiap investasi baru memberikan manfaat nyata bagi ekonomi domestik.
“Kami menekankan pentingnya setiap investasi manufaktur mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur,” kata Saleh Daulay.
BACA JUGA:Mengapa Rem Motor Bunyi Berdecit Setelah Dicuci dan Bagaimana Cara Mengatasinya
QJMotor Manufacture Indonesia secara resmi menyampaikan komitmennya untuk membangun basis produksi sepeda motor.