Evo, Feliz, dan Viper akan menggunakan teknologi baterai lithium iron phosphate (LFP).
Penggunaan jenis baterai ini diklaim mampu memberikan usia pakai yang sangat panjang.
Selain itu, baterai LFP memiliki ketahanan tinggi terhadap suhu panas ekstrem di India.
Faktor keamanan dan durabilitas menjadi prioritas utama bagi konsumen di negara tersebut.
BACA JUGA:VinFast Gandeng Enam Dealer untuk Perkuat Jaringan Motor Listrik di Indonesia
Vinfast ingin memastikan performa kendaraan tetap stabil dalam berbagai kondisi cuaca.
Model Evo akan dibekali baterai dengan kapasitas daya sebesar 2,4 kWh.
Motor ini diklaim sanggup melaju hingga kecepatan maksimum mencapai 70 kilometer per jam.
Sementara itu, model Feliz dan Viper hadir dengan performa yang lebih tangguh.
BACA JUGA:VinFast Siap Gebrak Pasar Otomotif Indonesia dengan Motor Listrik Terbaru
Kedua model ini mengusung baterai lebih besar dengan kapasitas daya 4,8 kWh.
Dimensi unit ini juga dirancang lebih kokoh untuk penggunaan transportasi harian yang berat.
Vinfast tetap mengandalkan sistem penukaran baterai (battery swap) untuk memudahkan para pengguna.
Mekanisme ini dianggap lebih efektif daripada melakukan pengisian daya secara mandiri di rumah.
BACA JUGA:Pemprov Jabar Tegaskan Bayar Pajak Kendaraan Cukup Bawa STNK dan KTP Pengguna
Strategi operasional ini sebelumnya juga telah direncanakan untuk pasar otomotif di Indonesia.