Pengendara kini dapat menghindari rintangan jarak dekat dengan jauh lebih mudah.
Bidang pandang yang ditawarkan sensor ini mencapai sudut 180° × 140° derajat.
Teknologi tersebut mampu mengenali pejalan kaki dan kendaraan lain di sekitar.
Sistem canggih ini tetap bekerja optimal dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem.
BACA JUGA:Testimoni Pemilik Pertama Yamaha TMAX, Fitur Cruise Control Berasa Bawa Mobil
Bobot sensor terbaru ini juga diklaim 66 persen lebih ringan.
Meskipun lebih enteng, resolusi deteksinya meningkat hingga lebih dari dua kali lipat.
Sensor ini terintegrasi langsung dengan sistem kecerdasan buatan milik Niu.
Dukungan chip komputasi dari D-Robotics memastikan pemrosesan data berjalan sangat cepat.
BACA JUGA:Suzuki Burgman 125 EX Kena Recall, Segera Cek Komponen Rem Belakang
Adopsi lidar pada motor dimungkinkan karena penurunan biaya produksi yang drastis.
Dahulu harga satu unit sensor bisa mencapai angka yang fantastis.
Kini harga sensor tersebut turun hingga kisaran 200 dolar AS saja.
Nilai tersebut setara dengan kira-kira Rp3 jutaan untuk pasar Indonesia.
BACA JUGA:Perkuat Jangkauan di Sulawesi, PT Piaggio Indonesia Resmikan Dealer Motoplex 4 Brand di Makassar
Penurunan harga ini terjadi berkat efisiensi manufaktur yang dilakukan oleh Hesai.