Total kenaikan bensin oktan 95 kini sudah melampaui angka 50 persen.
Bahkan, kenaikan harga solar di pusat manufaktur tersebut telah mencapai 70 persen.
Kondisi ini memaksa pemerintah Vietnam untuk segera mencari solusi pasokan alternatif.
Perdana menteri Vietnam dikabarkan telah menghubungi beberapa negara produsen minyak dunia.
BACA JUGA:Hemat Biaya Hingga 20 Persen, Ini Alasan Kuat Prabowo Ingin Konversi Kendaraan Listrik Secara Massal
Pemerintah meminta dukungan bahan bakar dari negara seperti Qatar dan juga Kuwait.
Aljazair serta Jepang juga menjadi mitra yang dihubungi untuk membantu pasokan.
Otoritas penerbangan nasional mulai memperingatkan adanya potensi pengurangan jadwal penerbangan domestik.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kekurangan bahan bakar pesawat di masa depan.
BACA JUGA:Sepeda Motor Jadi Penyumbang Terbesar Kecelakaan Maut, Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
Meski demikian, pejabat pemerintah mengklaim stok domestik masih aman hingga April.
Namun, dampak kenaikan harga sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Jalanan di kota Hanoi yang biasanya padat kini terlihat jauh lebih sepi.
Banyak warga mulai beralih menggunakan transportasi umum seperti kereta menuju kantor.
BACA JUGA:Raksasa Motor Listrik Asal China TAILG Resmi Masuk Indonesia, Siap Ekspansi ke Seluruh Asia Tenggara
Krisis energi ini ternyata tidak hanya menghantam Vietnam secara sendirian saja.