Irjen Pol. Dr. Agus Suryonugroho memaparkan, "Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang diukur, arus mudik dan balik dapat dikelola dengan baik."
Ia juga menekankan bahwa hasil positif ini adalah buah dari kerja keras semua pihak.
Kolaborasi antar instansi menjadi kunci utama dalam menekan angka fatalitas di jalan.
Irjen Pol. Dr. Agus Suryonugroho menegaskan, "Angka fatalitas korban kecelakaan menurun hingga 30,89 persen selama pelaksanaan Operasi Ketupat berlangsung."
BACA JUGA:HJC Rilis Helm RPHA 60 Edisi Red Bull Ring, Tampilkan Grafis Sirkuit Ikonik Spielberg
Penerapan pengamanan dibagi ke dalam klaster jalan arteri, tol, hingga tempat wisata populer.
Polisi terus memantau titik-titik rawan kecelakaan di jalur mudik yang sangat panjang.
Kehadiran personel di lapangan secara terus-menerus mampu menekan potensi pelanggaran berbahaya di jalan.
Selain itu, edukasi keselamatan berkendara yang masif juga berperan dalam melindungi nyawa pemudik.
BACA JUGA:Tembus Jarak 150 KM, Skuter Listrik Pintar NIU FQiX Hadirkan Teknologi Radar Canggih
Polri berharap tren penurunan angka kecelakaan ini dapat dipertahankan pada masa mendatang.
Keselamatan di jalan raya harus menjadi budaya yang melekat pada setiap individu.
Operasi Ketupat tahun ini pun resmi ditutup dengan catatan prestasi yang sangat membanggakan.
Irjen Pol. Agus menyebutkan bahwa misi kemanusiaan ini telah berjalan sesuai dengan rencana.
BACA JUGA:Andalkan Traffic Counting, Korlantas Polri Prediksi Puncak Arus Balik 2026 Berdasarkan Data Akurat
Negara hadir untuk memastikan setiap warga dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.