Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Dr. Agus Suryonugroho, menegaskan, "Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan di lapangan."
Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan anggota sangat krusial untuk memantau situasi arus balik.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang tidak terkendali.
Irjen Pol. Dr. Agus Suryonugroho menjelaskan, "Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua nanti."
BACA JUGA:HJC Rilis Helm RPHA 60 Edisi Red Bull Ring, Tampilkan Grafis Sirkuit Ikonik Spielberg
Selama Operasi Ketupat, Polri membagi strategi pengamanan ke dalam lima klaster utama.
Klaster tersebut meliputi jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, hingga lokasi wisata.
Saat ini, kepadatan masih sering terlihat di wilayah aglomerasi seperti Bandung dan Bali.
Hal ini disebabkan oleh tingginya aktivitas silaturahmi masyarakat lokal di daerah tersebut.
BACA JUGA:Tembus Jarak 150 KM, Skuter Listrik Pintar NIU FQiX Hadirkan Teknologi Radar Canggih
Strategi rekayasa lalu lintas tetap disiapkan jika volume kendaraan kembali mengalami lonjakan.
Polisi akan menerapkan skema one way lokal secara presisi jika diperlukan.
Keberhasilan manajemen arus tahun ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan.
Irjen Pol. Agus sangat mengapresiasi kedisiplinan para pemudik dalam mengikuti aturan berkendara.
BACA JUGA:Andalkan Traffic Counting, Korlantas Polri Prediksi Puncak Arus Balik 2026 Berdasarkan Data Akurat
Ia menyebut bahwa Operasi Ketupat adalah wujud kehadiran negara dalam melayani masyarakat.