Kenaikan arus lalu lintas ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
“Puncak arus mudik adalah tanggal 18 (Maret), di mana puncak arus mudik sejumlah 270.000,” jelas Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
“Bila dibandingkan dengan tahun lalu, ada peningkatan 4,26 persen,” lanjutnya.
Meskipun volume kendaraan meningkat tajam, manajemen rekayasa lalu lintas dinilai berjalan sangat optimal.
Polri menerapkan skema contraflow, one way sepenggal, hingga kebijakan one way nasional secara efektif.
Strategi ini terbukti mampu mengurai kepadatan di titik-titik rawan kemacetan sepanjang jalur Trans Jawa.
Evaluasi berkelanjutan dilakukan setiap jam untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat.
Kakorlantas melaporkan bahwa sistem one way nasional akhirnya mulai dinormalisasi pada Jumat siang.
BACA JUGA:Maksimalkan Fitur Navigasi Honda RoadSync Agar Momen Mudik dan Touring Makin Terarah
Pembersihan jalur dilakukan setelah melihat indikator volume kendaraan yang mulai melandai secara signifikan.
“Atas hasil evaluasi karena traffic-nya sudah landai, sehingga one way arus mudik nasional sudah kita laksanakan pembersihan pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 14.22 WIB,” ungkap Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Keberhasilan pengamanan ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh personel Polri di lapangan.
Ribuan petugas disiagakan di Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, hingga Pos Terpadu di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Resmi Meluncur! Vespa Primavera dan Sprint Kini Gendong Mesin 180 cc i-Get
Kehadiran fisik petugas bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.