Program ini dinilai sangat membantu para pengemudi ojek online dalam menunjang pekerjaan harian mereka.
Selain mendukung kelancaran pekerjaan, motor tersebut kini lebih siap digunakan untuk mudik.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat sangat tinggi sejak awal peluncuran.
Pihak BAZNAS bahkan mempertimbangkan penambahan kuota jika kebijakan memungkinkan di akhir Ramadan nanti.
BACA JUGA:Rayakan Satu Tahun Perjalanan, ALVA Owners Club Gelar Aksi Sosial dan Perkuat Persaudaraan
Sebanyak 300 mustahik binaan program Z-Auto BAZNAS turut dilibatkan dalam pelaksanaan teknis ini.
BAZNAS daerah juga dilibatkan agar pelayanan berlangsung secara merata di banyak lokasi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Saidah Sakwan, M.A., menyebut program ini memiliki dua dimensi manfaat.
Pertama, memastikan keselamatan pemudik sebagai ibnu sabil agar selamat sampai tujuan.
BACA JUGA:Hadapi Lonjakan 3,5 Juta Kendaraan dari Jakarta, Korlantas Polri Matangkan Operasi Ketupat 2026
“BAZNAS konsen menjaga jiwa para pemudik atau ibnu sabil. Mereka sedang dalam perjalanan untuk menjalin silaturahmi,” kata Saidah.
Manfaat kedua adalah pemberdayaan ekonomi bagi montir binaan Z-Auto BAZNAS di berbagai daerah.
Para mekanik tetap mendapatkan pelanggan, sementara biaya jasa ditanggung oleh pihak BAZNAS.
"Z-Auto akan mendapatkan banyak customer untuk dilayani, tetapi yang membayar adalah BAZNAS," tambah Saidah.
BACA JUGA:Satlantas Ingatkan Tetap Jaga Konsentrasi Berkendara dan Kendalikan Emosi Saat Berpuasa
Salah satu penerima manfaat, Narto, merasa sangat terbantu dengan adanya layanan gratis ini.