"Menjalankan ibadah puasa bukanlah hambatan untuk selalu disiplin dan berkonsentrasi saat di jalan," ungkap Kasatlantas Jhoni Albert.
Ia menambahkan bahwa pada bulan Ramadan, setiap pengendara harus meningkatkan rasa sabar mereka.
Menurunnya kondisi fisik manusia menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan saat Ramadan.
Kurangnya asupan cairan selama seharian penuh dapat memengaruhi daya konsentrasi pengemudi kendaraan.
BACA JUGA:Persiapan Mudik Lebaran 2026 Yamaha Siapkan 130 Bengkel Jaga dan Promo Sparepart Kit untuk Konsumen
Oleh karena itu, masyarakat diimbau memastikan tubuh dalam keadaan prima sebelum bepergian.
"Pastikan kondisi fisik Anda benar-benar fit sebelum memutuskan untuk mulai berkendara," tegas AKP Jhoni Albert.
Ia menyarankan agar pengendara segera beristirahat sejenak jika merasa lelah atau mengantuk.
Selain faktor kesehatan fisik, pengaturan waktu perjalanan juga menjadi poin perhatian utama kepolisian.
BACA JUGA:Tampil Stylish Saat Lebaran, Piaggio Indonesia Hadirkan Promo
Kecelakaan sering terjadi karena pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi demi mengejar waktu.
Kondisi tersebut mendorong perilaku ngebut yang sangat berbahaya bagi keselamatan diri sendiri.
"Kami sangat menyarankan masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan mereka dengan lebih bijak," kata Kasatlantas.
Ia mengimbau warga untuk berangkat lebih awal agar tidak perlu melanggar aturan.
BACA JUGA:GoTo Tingkatkan Alokasi Bonus Hari Raya 2026 untuk Mitra Ojol dengan Anggaran Dua Kali Lipat
Satlantas Polres Lahat juga terus mengingatkan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas yang ada.