Pilar keempat adalah penyediaan fasilitas istirahat yang dikenal sebagai Serambi MyPertamina.
Fasilitas ini tersebar di berbagai titik strategis sepanjang jalur mudik utama Indonesia.
Simon juga menjelaskan mengenai jumlah unit SPBU yang disiagakan untuk melayani konsumen.
BACA JUGA:Tertangkap Kamera ETLE? Ini Langkah Konfirmasi dan Batas Waktunya Agar STNK Tidak Diblokir
“Kami menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama kepadatan tinggi,” jelas Simon.
Selain SPBU, sebanyak 6.300 agen LPG juga disiagakan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Pertamina turut menyiapkan 200 unit mobil tangki sebagai suplai cadangan yang darurat.
Layanan tambahan disiapkan untuk daerah yang tidak memiliki SPBU permanen atau kawasan wisata.
BACA JUGA:Pertamina Siapkan Armada untuk Program Mudik Bareng 2026, Cek Kota Tujuannya
Simon menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan kehabisan bahan bakar.
“Kami menyiapkan 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular bagi masyarakat,” ungkap Simon kembali.
Langkah ini diambil agar pengisian bahan bakar tetap bisa dilakukan di mana saja.
Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah yang rawan terkena bencana alam.
BACA JUGA:Den Dimas Soroti Tren Proper Style, Modifikasi Motor yang Mengutamakan Fungsi dan Estetika
Stok penyangga atau buffer stock telah disiapkan di titik-titik rawan tersebut.
Untuk wilayah remote dan kepulauan, pengiriman energi dilakukan lebih awal dari jadwal biasanya.