Hal ini bertujuan agar standar pendidikan di sekolah selaras dengan kebutuhan teknis di bengkel resmi.
Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, menjelaskan esensi dari program pembinaan tersebut.
Ia menyatakan bahwa fokus utama perusahaan bukan sekadar memberikan fasilitas fisik kepada sekolah.
"Pembinaan vokasi tidak berhenti pada pemberian fasilitas, tetapi mencakup pengawasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan pendampingan berkelanjutan agar siswa lulusan SMK binaan mampu terserap dengan baik oleh industri," tegasnya.
BACA JUGA:Kemenhub Prediksi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026 Didominasi Warga Jawa Barat
Selama FeVoSH berlangsung, perwakilan guru dan siswa dari WMS menunjukkan semangat disiplin yang tinggi.
Kompetisi ini menjadi sarana evaluasi penting terhadap efektivitas pembinaan yang telah dijalankan selama ini.
Meski belum memenangkan kategori individu, WMS menganggap partisipasi ini sebagai proses pembelajaran strategis.
Hasil dari kompetisi akan digunakan untuk menyempurnakan kurikulum TSM Honda di masa depan.
BACA JUGA:Uji Coba Pertama Baterai Solid-State Donut Labs Selesai, Hasil Pengisian Daya Mulai Terungkap
Puncak acara FeVoSH 2026 ditandai dengan sesi Awarding Night bagi para Main Dealer berprestasi.
Penghargaan diberikan berdasarkan performa pembinaan vokasi terbaik di tingkat nasional.
Kategori penghargaan dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Small Class, Medium Class, dan Large Class.
Pada kategori Large Class, PT Wahana Makmur Sejati berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 2 Pembina Vokasi Terbaik.
BACA JUGA:Pengguna Skuter Listrik India Meningkat, TVS dan Bajaj Dominasi Pasar
Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas dedikasi WMS dalam membina 56 SMK binaan.