Baterai Donut mampu melakukan pengisian daya ultra cepat dengan degradasi yang diklaim minimal.
Namun, degradasi tetap terjadi dan angkanya tercatat sebesar 2,2% dalam pengujian singkat.
Laju pengisian super cepat biasanya membuat baterai lebih cepat aus dibandingkan pengisian normal.
BACA JUGA:Pindah ke JIExpo Kemayoran, GIICOMVEC 2026 Siap Hadirkan Solusi Transportasi Modern
Selain itu, pengujian ini sama sekali tidak mencerminkan kondisi berkendara di dunia nyata.
Pengujian dilakukan di laboratorium dengan sistem pendinginan pasif pada pelat aluminium saja.
Kondisi ini tidak menyimulasikan perilaku sel saat berada di dalam paket baterai kendaraan.
Pengujian ini terasa seperti pertunjukan yang berlebihan untuk menarik perhatian publik semata.
BACA JUGA:Solusi Hemat BBM, Kymco Agility Eco 125 Mampu Menempuh 500 Km Sekali Isi Bensin
Sebelumnya, mereka juga melakukan uji jarak tempuh dengan kecepatan yang tidak realistis.
Industri kendaraan listrik memang merupakan masa depan bagi transportasi dunia yang berkelanjutan.
Teknologi baterai solid-state memiliki potensi besar untuk mengubah peta industri otomotif.
Namun, promosi yang berlebihan tanpa bukti nyata justru dapat merugikan perkembangan teknologi.
BACA JUGA:Resmi Meluncur di Thailand, Italjet Dragster 300 Black Edition Tampil Garang
Pengujian seharusnya dilakukan dalam situasi nyata untuk memberikan data yang benar-benar akurat.
Tanpa bukti di jalanan, skeptisisme publik terhadap klaim mewah ini akan terus bertahan.