KARAWANG, DUNIASCOOTER.COM -- Hampir dua dekade bukan waktu yang sebentar untuk membangun reputasi di industri roda dua nasional. Tapi itulah yang dibuktikan TVS Motor Company Indonesia. Konsistensi, pelan tapi pasti, akhirnya berbuah manis.
Pabrikan asal India ini baru saja merayakan tonggak penting lewat pencapaian produksi satu juta unit kendaraan sejak pertama kali beroperasi di Indonesia pada 2006.
Menariknya, dari total produksi itu, sekitar 95 persen masih didominasi kendaraan roda dua. Sisanya merupakan kendaraan roda tiga yang juga punya ceruk pasar tersendiri.
Komposisi ini mempertegas bahwa pasar sepeda motor tetap menjadi tulang punggung bisnis TVS di Indonesia.
BACA JUGA:Berburu Promo TVS Callisto 125 Terbaru, Penawaran Eksklusif di Shopee dan Keuntungan Melimpah
Bangun Fondasi, Bukan Sekadar Jualan
Sejak pertama kali hadir di Indonesia, TVS memang tidak ingin sekadar menjual produk. Mereka memilih membangun basis manufaktur yang kuat dan berinvestasi besar pada pengembangan talenta lokal.
Lewat fasilitas modern dan transfer teknologi, tenaga kerja Indonesia kini menjadi aktor utama di balik terciptanya mesin-mesin berkualitas dunia.
Dampak Nyata untuk Industri Nasional
Capaian satu juta unit juga membawa efek domino positif bagi perekonomian nasional. TVS berperan dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, hingga transfer teknologi.
Kolaborasi dengan pemasok domestik, jaringan dealer, dan industri pendukung lainnya turut memperkuat ekosistem manufaktur otomotif di Indonesia. Bukan hanya soal produksi massal, tapi juga tentang kontribusi berkelanjutan.
BACA JUGA:Hanya 22 Jutaan, Cek Harga TVS Callisto 125 Terbaru yang Punya Bagasi Lega Muat Dua Helm
Ekspor ke Berbagai Negara
James Chan, Senior Vice President, ASEAN Business, mengatakan bahwa peran strategis Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur global TVS terlihat jelas dari distribusi luas hasil produksinya.
Kualitas "Made in Karawang" racikan TVS terbukti laku keras di pasar ekspor. Tak tanggung-tanggung, motor-motor rakitan lokal ini berhasil menembus ekspor ke pasar internasional utama di ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika.