IIMS 2026 Jadi Pusat Diskusi Arah Kebijakan Pemerintah Terkait Masa Depan Industri Otomotif

Kamis 12-02-2026,08:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Teknologi Aura AI mampu menjembatani unit konvensional agar memiliki fitur layaknya kendaraan listrik modern.

Selain Aura AI, terdapat banyak manufaktur lain yang aktif mencari mitra bisnis baru.

Mereka berasal dari berbagai perusahaan elektronik dan suku cadang otomotif terkemuka.

Kehadiran mereka menunjukkan kepercayaan global terhadap potensi pasar otomotif di Indonesia.

BACA JUGA:Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Sukses Operasikan 4.655 SPKLU di Seluruh Indonesia Sepanjang 2025

IIMS 2026 juga mengadakan dialog mendalam bersama Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS).

Lembaga riset ini mengkaji isu mobilitas dari aspek transportasi, digital, hingga ekonomi.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah kelanjutan industri setelah insentif kendaraan listrik dihapus.

Diskusi ini menghadirkan perwakilan dari Isuzu, Geely, Vinfast, serta pengamat ekonomi.

BACA JUGA:Ingatkan Pentingnya Helm SNI, Satlantas Metro Tangerang Kota Temui Pengendara Motor di Ruang Publik

Para pelaku industri memberikan pandangan mengenai dampak kebijakan pemerintah terhadap harga jual kendaraan.

Perubahan regulasi insentif berpotensi memengaruhi momentum pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Oleh karena itu, masukan dari para ahli sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan industri.

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menaruh harapan besar pada hasil evaluasi kebijakan pemerintah tersebut.

BACA JUGA:Korlantas Polri Pastikan Layanan Administrasi Lebih Cepat dan Transparan di Tahun 2026

Munawar Chalil menekankan pentingnya memberikan saran yang membangun bagi para pembuat kebijakan otomotif.

Kategori :