Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, memberikan arahan terkait strategi sosialisasi ini.
Beliau menekankan pentingnya interaksi langsung dengan masyarakat di berbagai ruang publik terbuka.
"Kami memilih ruang publik untuk menyebarkan pesan keselamatan motor dengan cara yang santai dan akrab," jelas Kombes Raden Muhammad Jauhari.
Pendekatan ini terbukti lebih efektif karena masyarakat tidak merasa terintimidasi oleh kehadiran petugas.
BACA JUGA:Mau ke IIMS 2026 Tanpa Ribet? Manfaatkan Shuttle Bus Gratis, Ini Jadwal dan Lokasinya
Dialog dua arah memungkinkan warga untuk bertanya langsung mengenai aturan lalu lintas yang benar.
Kombes Jauhari menyatakan bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam mengurangi angka kecelakaan motor.
"Operasi ini memprioritaskan langkah pencegahan demi membangun kesadaran masyarakat dalam meminimalisir pelanggaran lalu lintas," ungkap Kombes Raden Muhammad Jauhari.
Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab kolektif antara polisi dan seluruh warga.
BACA JUGA:Masuki Tahun Kelima, Kolaborasi Danamon dan Adira Dukung Pertumbuhan Ekosistem Otomotif di IIMS 2026
Melalui edukasi berkelanjutan, polisi berharap jumlah kecelakaan fatal yang melibatkan sepeda motor dapat berkurang.
Masyarakat Tangerang menyambut baik kehadiran petugas yang memberikan informasi dengan sangat ramah.
Budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri sebelum turun ke jalan.
Pengendara motor diminta untuk tidak melawan arus dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
BACA JUGA:Tekiro Hadir di IIMS 2026, Hadirkan Inovasi Perkakas Terbaru dan Beragam Promo Menarik
Kedisiplinan kecil tersebut memiliki dampak besar bagi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.