Syafrin Liputo menegaskan komitmennya untuk memastikan aksesibilitas transportasi publik tetap terjaga.
Beliau menyatakan, “Selama pekerjaan berlangsung, kami memastikan ruas jalan tetap berfungsi dengan menyediakan lajur pengganti berupa pelebaran jalan”.
Jalur pengganti tersebut memanfaatkan area trotoar yang dilebarkan sebanyak dua lajur jalan.
Pelebaran dilakukan di sepanjang sisi area pekerjaan konstruksi agar arus kendaraan tidak terputus.
Meskipun terdapat penyesuaian tahap detour, petugas akan tetap berjaga di lokasi proyek.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta berusaha keras meminimalisir kepadatan kendaraan di titik penyempitan jalan.
Pengaturan lalu lintas ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan progres fisik bangunan.
Kelancaran mobilitas warga Jakarta Barat menjadi prioritas utama selama proses pembangunan berlangsung.
BACA JUGA:Vespa Klasik Berubah Menjadi Karya Seni Bergaya Cafe Racer Hasil Karya 2LOUD Custom
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan mematuhi rambu-ramu lalu lintas yang terpasang.
Koordinasi antarinstansi terus dilakukan guna mempercepat durasi pengerjaan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Guna menghindari penumpukan volume kendaraan, pengguna jalan disarankan untuk mencari jalur lain.
Hindarilah ruas Jalan Prof Dr Latumeten dan Jalan Makaliwe Raya pada jam sibuk.
BACA JUGA:SYM Cruisym 400 Meluncur dengan Fitur Dashcam dan Teknologi Navigasi Canggih
Masyarakat bisa menggunakan rute alternatif dari arah Daan Mogot menuju area Kota.