Dalam suasana hangat, petugas mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi pengemudi di lapangan.
Hal ini menciptakan hubungan kemitraan yang kuat antara polisi dan warga sekitar.
Para pengemudi ojek merespons positif kehadiran polisi yang datang sebagai teman diskusi.
Mereka kini melihat sosok polantas sebagai mitra keselamatan yang sangat peduli.
BACA JUGA:Update Harga Yamaha Grand Filano Hybrid 2026, Hadir dengan Warna Baru yang Semakin Stylish
Menariknya, nama OBRAS bukan sekadar singkatan untuk menarik perhatian publik saja.
Istilah ini merujuk pada teknik menjahit untuk menyatukan dua lembar kain.
Proses mengobras membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan juga keteguhan hati yang luar biasa.
Satlantas Majalengka menerjemahkan nilai tersebut ke dalam ranah pelayanan lalu lintas.
Seperti tangan penjahit, polisi sabar menuntun masyarakat menuju budaya tertib yang kuat.
Setiap tantangan di jalan raya harus dihadapi dengan ketelitian dan hati hati.
Kepatuhan aturan diibaratkan sebagai tusukan benang yang menentukan ketahanan sebuah kain.
Keputusan setiap pengendara akan sangat berdampak besar pada keselamatan pengguna jalan lainnya.
BACA JUGA:Perkuat Kerja Sama Internasional, Polisi Hong Kong Lakukan Benchmarking Teknologi ke Korlantas Polri
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, melalui Kasat Lantas menyampaikan pesan tentang harmoni.