Selain kotoran, komponen internal saklar juga bisa aus karena faktor usia pakai.
Pegas dan plat kontak di dalamnya dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu.
Paparan air hujan yang berlebihan juga memicu munculnya karat pada kontak saklar.
Korosi ini menghalangi arus listrik meskipun kondisi fisik saklar terlihat normal saja.
Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi menjelaskan, “Saklar motor memegang peranan vital untuk mendukung keselamatan selama Anda berkendara di jalan raya.”
Masalah pada saklar tidak selalu bersumber dari unit tombol itu sendiri.
Kabel kelistrikan yang putus atau longgar bisa menjadi penyebab utama fungsi terganggu.
Korsleting pada jalur kabel juga sering membuat sistem kelistrikan motor menjadi mati.
BACA JUGA:Resmi Mengaspal! Royal Alloy Luncurkan JPS 245, Perpaduan Estetika Inggris dan Performa Modern
Selain itu, modifikasi kelistrikan yang tidak sesuai standar pabrikan sangatlah berbahaya.
Penggunaan komponen aftermarket tanpa perhitungan tepat dapat merusak kestabilan arus tegangan listrik.
Hal ini berisiko mempercepat kerusakan saklar serta komponen elektronik motor lainnya.
Konsumen disarankan untuk selalu berkonsultasi sebelum melakukan perubahan pada sistem kelistrikan.
BACA JUGA:Mau Pinang Yamaha TMAX Terbaru? Cek Rincian Harga dan Pilihan Warnanya
Keamanan harus tetap menjadi prioritas utama di atas sekadar tampilan kendaraan saja.