Tugas utamanya adalah membaca suhu udara yang akan masuk ke ruang bakar.
Data dari sensor ini sangat krusial bagi ECU dalam menentukan campuran bahan bakar.
Jika sensor mengalami error, maka komposisi bahan bakar dan udara menjadi tidak akurat.
Hal ini tentu akan berdampak langsung pada kehalusan kinerja mesin motor Anda.
BACA JUGA:Bentuknya Unik Bisa Dilipat, Begini Spesifikasi Lengkap Skuter Listrik Honda Motocompacto
Selain kedipan lampu pada panel meter, ada beberapa gejala fisik yang bisa dirasakan.
Motor biasanya akan terasa lebih berat saat Anda mencoba melakukan akselerasi cepat.
Anda mungkin juga akan merasakan kondisi mesin yang sering brebet saat dikendarai.
Putaran mesin pada posisi stasioner seringkali menjadi tidak stabil atau naik turun.
BACA JUGA:Wujudkan Safety Indonesia, Wahana Edukasi Belasan Ribu Pengendara Lewat Kampanye #Cari_aman
Gejala lain yang cukup merugikan adalah konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.
Mesin pun terkadang sulit untuk dinyalakan saat kondisi cuaca sedang cukup dingin.
Untuk memastikan kebenaran kode tersebut, Anda bisa menghitung pola kedipan lampu MIL.
Kode 52 ditandai dengan lima kedipan panjang yang diikuti dua kedipan pendek.
BACA JUGA:Promo Spesial Januari Ceria! AHASS Berikan Potongan Biaya Servis Lengkap dan Ganti Oli
Pastikan posisi kontak pada posisi ON saat Anda melakukan proses pengamatan ini.