Biasanya, masalah ini muncul akibat adanya kotoran atau korsleting pada bagian kabel tersebut.
Jika dibiarkan, motor bisa mendadak mati total dan sulit untuk dihidupkan kembali.
Segera lakukan pengecekan pada area soket untuk memastikan tidak ada bagian yang terbakar.
Selain kode 12, terdapat deretan angka lain yang perlu Anda waspadai setiap saat.
BACA JUGA:Bentuknya Unik Bisa Dilipat, Begini Spesifikasi Lengkap Skuter Listrik Honda Motocompacto
Kode 13 menunjukkan adanya masalah pada tegangan sensor tekanan udara yang tidak stabil.
Sementara itu, kode 14 mengindikasikan adanya penyumbatan atau kerusakan pada saluran udara mesin.
Masalah pada sistem pendingin biasanya ditandai dengan munculnya kode angka 21 pada layar.
Pastikan cairan radiator selalu dalam kondisi penuh dan kipas berfungsi dengan normal.
BACA JUGA:Wujudkan Safety Indonesia, Wahana Edukasi Belasan Ribu Pengendara Lewat Kampanye #Cari_aman
Selanjutnya, kode 24 seringkali berkaitan dengan masalah pada sinyal sensor oksigen (O2).
Hal ini tentu dapat memengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Jika muncul kode 37, itu artinya terdapat masalah pada sistem Idle Speed Control (ISC).
Kondisi ini menyebabkan putaran mesin saat stasioner menjadi tidak stabil atau sering mati.
BACA JUGA:Promo Spesial Januari Ceria! AHASS Berikan Potongan Biaya Servis Lengkap dan Ganti Oli
Pembersihan pada area throttle body biasanya menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut.