Langkah selanjutnya adalah mulai berkendara dengan memperhatikan batasan kecepatan tertentu di jalan.
Untuk 500 kilometer pertama, hindari memacu motor pada kecepatan yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Dishub Bandung Pastikan Monitoring Harian Parkir Liar Selama Nataru Demi Kelancaran Lalu Lintas
Berikan waktu bagi piston dan blok mesin untuk menyesuaikan gesekan secara perlahan.
Hindari juga melakukan pengereman mendadak yang bisa membebani komponen mesin secara berlebihan.
Atur perputaran mesin atau RPM dengan stabil agar tidak terjadi panas berlebih.
Jangan membawa beban yang terlalu berat selama masa inreyen motor baru Anda.
BACA JUGA:Update Tahun Baru 2026! Simak Daftar Ketersediaan Shell Super di SPBU Shell
Beban berlebih akan memaksa mesin bekerja sangat keras di masa adaptasi awal.
Hindari manuver ekstrem terutama saat kondisi jalanan sedang licin atau basah.
Perawatan Lanjutan Setelah Masa Inreyen Berakhir
Proses inreyen biasanya diakhiri dengan jadwal penggantian oli mesin untuk pertama kalinya.
BACA JUGA:Resmi Berlaku Hari Ini! Simak Rincian Harga BBM Terbaru Seluruh SPBU Per Januari 2026
Biasanya penggantian oli perdana dilakukan setelah motor menempuh jarak seribu kilometer pertama.
Oli pertama ini kemungkinan besar mengandung serpihan logam sisa gesekan awal mesin.
Dengan menggantinya, Anda membuang kotoran yang dapat menyumbat saluran pelumasan mesin motor.