Mereka mempertimbangkan berbagai aspek mulai dari metode penjualan hingga skema kepemilikan baterai.
Karakter konsumen Indonesia yang unik menjadi bahan kajian utama dalam penelitian strategis ini.
Kolaborasi antara YIMM dan YMC diharapkan mampu menghasilkan solusi kendaraan listrik paling efisien.
BACA JUGA:Abadikan Momen Liburan dengan DJI Osmo 360, Action Cam 8K Terbaik untuk Rider
Yamaha tidak ingin terburu-buru meluncurkan produk yang belum teruji secara menyeluruh secara komersial.
Rifki Maulana menegaskan, “YMC lagi mencari strategi bagaimana dengan YIMM berkolaborasi untuk mencari peluncuran motor listrik yang paling efisien.”
Oleh karena itu, Yamaha belum bisa memastikan tanggal pasti peluncuran resmi Neos.
Kehadiran motor listrik ini di pasar umum masih sangat bergantung pada hasil studi.
BACA JUGA:Tips Meninggalkan Motor Listrik Saat Liburan, Pastikan Aman dan Baterai Tetap Awet
Studi ini juga mencakup analisis potensi bisnis kendaraan listrik bagi masyarakat luas.
Yamaha ingin memastikan infrastruktur pendukung seperti stasiun tukar baterai sudah siap dan memadai.
Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Satoshi Takagi, turut memberikan pandangannya terkait proyek ini.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perusahaan ride sharing sangat membantu proses pengumpulan data.
BACA JUGA:Liburan dengan Motor Listrik Tanpa Cemas, Begini Cara Cek Lokasi SPKLU di Aplikasi PLN Mobile
Para pengemudi ojek online menjadi informan penting mengenai efektivitas performa kendaraan setiap harinya.
Satoshi Takagi menyatakan, “Melalui proyek ini kami akan melihat bagaimana efektivitas kendaraan EV Yamaha dalam mendukung mobilitas masyarakat.”