Stop Kebiasaan Rem dan Gas Berbarengan, Simak Akibatnya!

Rabu 17-12-2025,05:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

DUNIASCOOTER.COM -- Kebiasaan umum yang sering dijumpai pada pengendara sepeda motor, khususnya pengguna skutik, adalah menahan tuas rem sambil memutar grip gas.

Tindakan ini kerap dilakukan saat menunggu lampu lalu lintas, bergerak pelan di tengah kemacetan, atau ketika mengatur posisi parkir.

Walaupun dianggap sepele dan merupakan refleks sesaat, perilaku ini menyimpan bahaya tersembunyi, mulai dari mempercepat kerusakan internal komponen motor hingga meningkatkan risiko kecelakaan serius.

Oleh karena itu, memahami dan menghentikan kebiasaan ini adalah langkah krusial untuk memastikan keselamatan dan keawetan kendaraan Anda.

BACA JUGA:Banjir Promo Akhir Tahun! United E-Motor Obral Diskon Fantastis Hingga Rp 14 Juta untuk Semua Varian

Ketika pengendara menekan rem dan pada saat yang sama membuka gas, energi putaran mesin dipaksa melawan kekuatan sistem pengereman.

Gesekan yang terjadi di luar kondisi normal ini akan menghasilkan panas yang berlebihan pada sistem rem.

Dampak langsungnya adalah keausan kampas rem yang jauh lebih cepat.

Lapisan material kampas rem akan terkikis dalam waktu singkat, yang lambat laun akan menyebabkan penurunan drastis pada efektivitas pengereman (fading).

BACA JUGA:Modifikasi Lambretta dari Tahun 1974 dengan Mesin Dua Silinder, Masih Berfungsi Sempurna!

Jika kondisi ini diabaikan, risiko rem blong atau jarak pengereman yang memanjang tak terhindarkan, membahayakan keselamatan pengguna motor.

Selain sistem rem, sistem Transmisi Otomatis (Continuously Variable Transmission atau CVT) pada motor matik juga bekerja di bawah beban stres yang tidak semestinya.

Motor matik dirancang untuk menyalurkan tenaga mesin secara halus seiring dengan putaran gas.

Ketika roda ditahan rem saat gas dibuka, CVT akan menerima torsi yang tertahan.

BACA JUGA:Ini Perbedaan Utama Setiap Varian All New Honda Vario 125, Cek di Sini Biar Makin Paham

Kategori :